Ngaku aja — dari semua bagian skripsi, daftar pustaka sering jadi momok paling ngeselin.
Setelah capek riset, wawancara, dan revisi, kamu masih harus nyusun puluhan referensi dengan format yang ribet: tanda titik, koma, tahun, dan nama penulis harus on point.
Dan parahnya, tiap kampus punya gaya penulisan sendiri: ada yang pakai APA, ada yang pakai MLA, bahkan ada yang campur-campur!
Kalau kamu ngetik manual, siap-siap aja begadang cuma buat benerin titik dan koma di daftar pustaka.
Tapi, tenang. Kamu gak perlu lagi ngalamin neraka format ini. Sekarang ada banyak aplikasi wajib untuk pejuang skripsi yang bisa bantu kamu bikin daftar pustaka otomatis, cepat, dan 100% sesuai aturan.
Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Mendeley: Raja Manajemen Referensi yang Gak Pernah Gagal
Kalau cuma bisa pilih satu aplikasi untuk skripsi, pilih Mendeley.
Aplikasi ini udah jadi “senjata rahasia” mahasiswa di seluruh dunia karena bisa ngatur, nyimpen, dan ngebuat sitasi otomatis langsung dari Word.
Kelebihan Mendeley:
✅ Bikin daftar pustaka otomatis di Microsoft Word (gaya APA, IEEE, Chicago, dll).
✅ Bisa import jurnal langsung dari PDF, gak perlu ngetik manual.
✅ Sinkronisasi antar perangkat — bisa dibuka di laptop, HP, atau tablet.
✅ Bisa tambahin catatan, highlight, dan tag di jurnal.
Cara pakai singkat:
- Download Mendeley Desktop.
- Tambahkan semua jurnal kamu (PDF atau file online).
- Install plugin Mendeley Cite di Microsoft Word.
- Saat nulis, klik Insert Citation → Pilih sumber → Enter.
- Di akhir tulisan, klik Insert Bibliography — daftar pustaka langsung jadi!
Trik Gen Z:
Kalau kamu nulis di laptop kampus dan rumah, aktifkan sync biar data referensi gak hilang.
2. Zotero: Alternatif Ringan dan Open-Source yang Super Fleksibel
Kalau kamu pengen yang lebih ringan dan gratis 100%, Zotero jawabannya.
Zotero mirip banget kayak Mendeley, tapi tampilannya lebih simpel dan bisa langsung auto-save jurnal dari browser.
Kelebihan Zotero:
✅ Ada Zotero Connector untuk Chrome/Firefox — otomatis nyimpen jurnal dari Google Scholar.
✅ Bisa bikin folder per bab skripsi (Bab 1, Bab 2, dll).
✅ Mendukung lebih dari 9.000 gaya sitasi (termasuk APA 7th Edition).
✅ Bisa disinkronisasi dengan Google Docs juga.
Cara pakai cepat:
- Install Zotero dan Zotero Connector di browser.
- Saat buka jurnal, klik ikon “save” di pojok kanan atas browser.
- Sumber langsung masuk ke database Zotero.
- Waktu nulis di Word atau Docs, tinggal klik “Add/Edit Citation.”
Trik Gen Z:
Kamu bisa ekspor daftar pustaka ke format teks biasa, jadi gampang kalau kampus kamu minta upload daftar pustaka ke sistem.
3. EndNote: Pilihan Profesional Buat Skripsi dan Penelitian Serius
Kalau kamu ambil jurusan yang risetnya data-heavy seperti kedokteran, teknik, atau sains, kamu wajib cobain EndNote.
Aplikasi ini memang dipakai peneliti profesional di jurnal internasional karena fiturnya lengkap banget.
Kelebihan EndNote:
✅ Bisa menampung ribuan referensi tanpa lag.
✅ Otomatis format sesuai jurnal internasional.
✅ Bisa search referensi langsung dari database akademik (PubMed, Scopus).
✅ Tersinkronisasi dengan Word dan PDF.
Kekurangannya:
❌ Versi penuh berbayar (tapi banyak kampus yang punya lisensinya gratis).
❌ Agak kompleks untuk pemula.
Trik Gen Z:
Kalau kamu udah biasa pakai Mendeley, transisi ke EndNote gampang banget karena sistem dan plugin-nya mirip.
4. Cite This For Me: Solusi Kilat Buat Kutipan Instan
Butuh bikin kutipan cepat tanpa ribet download aplikasi?
Gunakan Cite This For Me (dulu namanya RefMe).
Kamu tinggal masukin URL jurnal atau buku, dan sistemnya langsung bikin sitasi otomatis dalam berbagai gaya.
Kelebihan:
✅ 100% online, gak perlu install apa pun.
✅ Bisa pilih gaya sitasi (APA, MLA, Chicago, Harvard).
✅ Ada fitur “Copy to clipboard” buat langsung ditempel di Word.
Cara pakai:
- Buka citethisforme.com.
- Pilih gaya sitasi (misal APA 7th).
- Masukkan URL, DOI, atau judul jurnal.
- Klik “Generate Citation” → Copy → Paste ke daftar pustaka.
Trik Gen Z:
Cocok banget buat kamu yang cuma butuh referensi sedikit tapi pengen hasil cepat dan rapi.
5. Google Scholar (Cuma Butuh Klik “Cite”)
Yup, Google Scholar bukan cuma tempat cari jurnal.
Kamu juga bisa langsung nyalin format sitasi otomatisnya!
Langkah mudah:
- Buka scholar.google.com.
- Cari jurnal atau artikel yang kamu pakai.
- Klik ikon tanda kutip (“) di bawah hasil pencarian.
- Pilih gaya kutipan yang kamu butuh (APA, MLA, Chicago).
Trik Gen Z:
Kalau kamu ngerasa ribet install aplikasi, ini cara tercepat dan paling praktis buat bikin daftar pustaka manual tapi tetap akurat.
6. Grammarly: Bukan Cuma Buat Grammar, Tapi Juga Buat Format Sitasi
Kamu mungkin pikir Grammarly cuma buat ngecek grammar. Tapi versi premiumnya punya fitur Citation Generator yang bisa bikin kutipan otomatis kayak Mendeley.
Kelebihan Grammarly Citation Tool:
✅ Bisa generate sitasi dari URL, DOI, atau judul artikel.
✅ Tersedia gaya APA, MLA, dan Chicago.
✅ Terintegrasi langsung saat kamu nulis di Grammarly Editor.
Cara pakai:
- Masuk ke Grammarly.com.
- Masukkan link artikel atau DOI.
- Klik “Generate Citation.”
- Pilih format → Copy → Paste ke daftar pustaka.
Bonus:
Kamu dapet dua manfaat langsung — bahasa akademikmu rapi, dan daftar pustaka gak salah format.
7. MyBib: Generator Online yang Bisa Simpan Daftar Pustaka Kamu
Kalau kamu pengen aplikasi online kayak Cite This For Me tapi bisa menyimpan daftar pustaka kamu dalam satu tempat, cobain MyBib.
Kelebihan:
✅ Bisa bikin daftar pustaka dari berbagai sumber (buku, web, jurnal, PDF).
✅ Auto-save ke akunmu.
✅ Formatnya bisa diekspor ke Word atau Google Docs.
✅ Ada pilihan gaya sitasi lengkap (termasuk APA 7th).
Cara pakai:
- Buka mybib.com.
- Pilih jenis sumber (buku, website, jurnal, dll).
- Masukkan URL atau judul → otomatis muncul datanya.
- Klik “Copy Bibliography.”
Trik Gen Z:
Cocok buat kamu yang nulis di banyak perangkat (laptop kampus, rumah, warnet). Semua data aman di cloud.
8. RefWorks: Aplikasi Premium untuk Kampus dan Peneliti Serius
Kalau kamu kuliah di kampus besar, cek dulu apakah kampusmu punya akses RefWorks.
Ini versi “elite”-nya aplikasi referensi yang biasanya dipakai di kampus luar negeri.
Kelebihan:
✅ Bisa impor data dari database ilmiah kayak Scopus, ProQuest, dan EBSCO.
✅ Integrasi langsung dengan Turnitin (cek kesamaan tulisan).
✅ Bisa kolaborasi dengan teman satu kelompok penelitian.
Trik Gen Z:
Kalau kamu nulis skripsi bareng dosen untuk penelitian bersama, RefWorks bisa jadi senjata andalan biar semua referensi sinkron.
Bonus: Kombinasi Aplikasi Ideal untuk Mahasiswa Gen Z
Kalau kamu pengen workflow skripsi yang cepat, rapi, dan bebas stres, pakai kombinasi ini:
💡 Google Scholar + Zotero / Mendeley + Grammarly
- Cari jurnal → simpan otomatis ke Zotero/Mendeley → tulis di Word → periksa grammar → daftar pustaka auto jadi.
FAQ: Tentang Daftar Pustaka Skripsi dan Aplikasi Sitasi
1. Emang penting banget ya format daftar pustaka?
Penting banget! Banyak dosen menolak skripsi cuma karena format sitasinya salah titik atau koma.
2. APA 6th sama APA 7th bedanya apa?
APA 7th adalah versi terbaru (lebih sederhana, tanpa “Retrieved from”). Pastikan gaya yang dipakai kampus kamu.
3. Kalau pakai Mendeley tapi kampus minta format beda gimana?
Mendeley bisa ubah gaya otomatis. Pilih View → Citation Style → More Styles.
4. Apa boleh campur manual dan otomatis di daftar pustaka?
Boleh, tapi mending jangan. Biar konsisten, semua dikelola lewat aplikasi aja.
5. Aplikasi mana paling ringan buat laptop kentang?
Zotero atau MyBib — keduanya ringan dan gratis.
6. Apakah aplikasi ini bisa dipakai buat jurnal internasional juga?
Bisa banget. Bahkan EndNote dan RefWorks jadi standar untuk jurnal ilmiah dunia.
Kesimpulan
Buat kamu para pejuang skripsi, jangan buang waktu cuma buat benerin koma dan titik di daftar pustaka.
Sekarang udah ada banyak aplikasi wajib yang bisa bantu kamu kerja lebih cepat, rapi, dan profesional.